News

Pasar properti 2021: sebuah prediksi singkat

Tahun 2020 adalah sebuah anomali. Setelah terdeteksinya kasus pertama COVID-19 yang di Wuhan, Tiongkok, penyakit tersebut hanya membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk menyebar ke penjuru dunia hingga WHO (World Health Organization) menyatakan dengan resmi bahwa wabah COVID-19 telah menjadi pandemi global.
 
Banyak nyawa yang sudah melayang akibat pandemi ini, sementara jumlah kasus terus menaik di seluruh dunia. Namun, di bulan Desember 2020, sebuah langkah pertama menuju era yang baru akhirnya terwujud dengan dimulainya vaksinasi di Britania Raya.
 
Kejadian ini tentunya berdampak positif tidak hanya untuk kesehatan dan keselamatan umat manusia, tetapi juga untuk perekonomian dunia dan sektor-sektor industri yang telah dihantam oleh pandemi ini selama hampir setahun penuh.
 
Salah satu sektor di Indonesia yang cukup terpukul adalah sektor properti. Pada awal tahun 2020, industri properti mengalami kontraksi namun mulai kembali menggeliat saat mendekati akhir tahun. Pada saat itu, para pelaku industri dan juga konsumen telah mempelajari bagaimana cara industri dapat terus berjalan di saat sebuah pandemi.
 
Sektor industri merupakan salah satu penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia, dengan 175 industri yang terkait dengan properti dan 30 juta pekerja. Pada saat Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) diterapkan oleh pemerintah, hampir seluruh kegiatan usaha dan perkantoran dibatasi. Ini menjadi pukulan telak bagi ekonomi negara yang masuk dalam daftar negara yang terkena resesi.
 
Akan tetapi, pemulihan nampak mulai terjadi di sektor properti ketika terjadi kenaikan indeks harga properti secara kuartalan di kuartal ketiga 2020, walaupun indeks harga secara tahunan di kuartal yang sama menunjukkan adanya penurunan. Dan diprediksikan kalau proses pemulihan ini akan terus berjalan.
 
Banyak hasil kajian yang menunjukkan peningkatan investasi mulai dari awal 2021, sementara para ahli di industri properti tengah berharap kebangkitan industri ini dapat bermulai di semester II 2021. Dengan kondisi ekonomi saat ini, tentunya daya beli masyarakat yang berkurang telah berdampak ke industri properti. Waktu yang lama akan dibutuhkan agar perekonomian nasional dan dunia dapat kembali ke posisi semula.
 
Tentunya konektivitas dan harga akan tetap menjadi daya tarik utama pasar properti di tahun 2021, di mana area sekitar kawasan hunian terpadu, jalan tol baru, dan jalur transportasi umum akan masih menjadi incaran. Di samping itu, banyaknya pilihan dan harga yang cukup terjangkau akan menjamin dimanjanya para konsumen di tahun 2021. Namun harga properti diperkirakan akan naik kembali secara bertahap di saat optimisme penyedia suplai mulai pulih. Fokus pengembang pun akan mulai diarahkan ke area-area yang diincar oleh para konsumen untuk pembangunan proyek-proyek baru.
 
Minat dan kepercayaan investor asing terhadap pasar properti Indonesia yang masih cukup tinggi juga akan membantu dalam pemulihan industri properti. Ini juga dibantu oleh sejumlah kebijakan pemerintah seperti penurunan suku bunga.
 
Walaupun prospek industri properti dalam jangka pendek masih penuh dengan kebimbangan, dengan mulai pulihnya ekonomi dan pasar properti, banyak ahli industri yang yakin kalau keadaan akan kembali stabil di 2021.